Barry Kusuma mulai terjun ke dunia fotografi pada awal kuliah di tahun 2000. Berawal dari hobi traveling, seorang Barry Kusuma saat ini sangat sukses menjalani profesi sebagai seorang full time travel blogger. Semenjak duduk di bangku SMA, Barry Kusuma sudah belajar memotret objek foto dengan menggunakan kamera manual film SLR.

Tetapi pada saat SMA karena ongkos membeli film mahal dan juga harus memindai foto satu persatu sebelum mengunggahnya ke website, Barry akhirnya berhenti dengan aktifitas ini dan kemudian baru memulai kembali di awal kuliah. Kamera Poket digital yang saya beli hanya mampu membeli kamera bekas, dengan harga 6 Juta, tetapi cost untuk cetak dan scan lumayan bisa lebih hemat. Dan akhirnya saya membeli kamera DSLR dan sampai sekarang kebablasan menjadi travel photographer dan videographer.

Barry Kusuma tentu saja memiliki alasan mengapa profesi ini sangat menarik baginya. Ada begitu banyak konten yang bisa dibuat dan share untuk orang banyak. Apa yang membuat profesi ini istimewa bagi saya, adalah ketika ada orang yang suka dengan karya foto dan video saya , kemudian orang tersebut datang ketempat itu, hal sederhana ini sudah merupakan kepuasan tersendiri bagi saya. Menurutnya, destinasi di Indonesia bisa dibilang paket lengkap. Mengapa demikian? Ya, Karena ada landscape, gunung, pantai, underwater, budaya, arsitektur dan yang tidak kalah adalah kuliner yang kaya. Banyak negara yang tidak punya paket lengkap seperti Indonesia. Untuk Negara di Asia Tenggara menurut saya Indonesia adalah destinasi objek wisata alam indonesia yang paling Indah.

Pengalaman yang mengesankan bagi saya adalah apresiasi orang terhadap sebuah konten, baik foto ataupun video yang saya buat. Tahun kemarin saya membuat video pariwisata bareng Giri Prasetyo dan Michael Sjukrie tentang Aceh. Ketika jadi dan akhirnya video tersebut menjadi viral di sosial media, yang mengesankan banyak orang Aceh yang merantau akhirnya pulang ke kampung setelah mereka melihat video yang kita buat tersebut. Pengalaman ini dia ceritakan kembali dengan sangat bersemangat pada tim redaksi Pesona E-Magazine. Sobat wisata dapat melihat video ini di youtube channel dengan judul “The Light of Aceh. Bersyukurnya selama menjalani profesi ini, Barry Kusuma mengatakan bahwa suasana selama traveling harus selalu fun dan rileks.

Suasana kerja yang seperti ini mendukung kreatifitas dan membangun mood untuk menghasilkan karya terbaiknya. Beberapa kendala di lapangan yang menjadi hambatan ialah karena faktor cuaca yang sudah tidak tentu dan susah untuk prediksi. Sangat susah bagi saya untuk memotret dengan cuaca yang cerah beberapa tahun terakhir, sehingga sudah jauh jauh kita pergi traveling untuk memotret ternyata cuaca tidak bersahabat, kata pemilik akun @barrykusuma ini. Profesi yang Barry Kusuma tekuni saat ini memang masih sangat jarang di Indonesia. Tantangan terbesar menjadi seorang travel photographer sekaligus travel blogger ialah harus bisa multi tasking. Wajib harus bisa update dengan kondisi sekarang. A one man show, jadi harus bisa motret, content maker, editing dan finishing baik untuk hasil foto dan video.

Seiring dengan perkembangan dunia digital, tantangan terbesar bagi Barry Kusuma saat ini adalah perkembangan teknologi yang sangat cepat dan setiap travel photographer dituntut untuk bisa selalu update dan menggunakan kamera yang terbaik agar menghasilkan karya terbaik juga. Peralatan pendukung yang selalu dibawa menurut Barry Kusuma selain lensa dan kamera tentu saja drone dan smartphone untuk kebutuhan aerial foto video. Karena biasanya setelah saya memotret saya akan memilih beberapa karya terbaik untuk ditampilkan dan share di sosial media. Konten seperti inilah yang menjadi karya yang apik dan berkesan bagi follower-nya di sosial media.

Setiap traveling saya selalu membawa satu kotak yang berisi tentang obat yang sangat lengkap, dari batuk sampai obat gatal semua ada didalam kotak tersebut. Namun menjaga stamina juga sangat penting dengan meminum vitamin dan tidak terlalu ngoyo saat traveling. Kesalahan fatal yang pernah saya lakukan adalah lupa mem-backup hasil foto, karena jadwal traveling yang lumayan padat sehingga ada foto yang terlupa saya backup. Untungnya bisa di recovery oleh software dan pelajaran berharga kita harus menjaga baik baik stok foto dan video kita, dengan membackup banyak hardisk. Karena stock footage dan foto merupakan aset berharga untuk travel photographer.