Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan tentang bagaimana cara memilih bibit Indukan Ikan Nila yang berkualitas dan bagus yang di butuhkan pada saat pemijahan ikan nila dan budidayanya. Indukan setiap budidaya ikan alangkah baiknya memiliki asal usul yang jelas, terutama jenisnya atau strain.

Indukan dan bibit ikan nila yang berkualitas ( Strain murni atau induk pokok ) biasanya didapat dari balai penelitian benih atau UPTD perikanan yang ada di setiap kabupaten atau daerah masing-masing.

Ciri-Ciri Bibit Ikan Nila Berkualitas

Adapun ciri-ciri bibit ikan yang berkualitas adalah sebagai berikut :

  • Dapat memproduksi benih
  • Proses pertumbuhannya sangat cepat.
  • Memiliki sifat yang sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
  • Resisten terhadap serangan hama.
  • Mampu tumbuh dan hidup pada lingkungan perairan.
  • Ukuran induk yang sangat baik untuk proses pemiijahan yaitu 120-180 gram lebih per ekor dan telah berumur sekitar 4-5 bulan.

Untuk pemilihan indukan nila yang berkualitas, perlu diperhatikan beberapa syarat di bawah ini

1.Indukan ikan nila jantan maupun betina harus benar-benar sudah matang gonad. Adapun ciri-cirinya yaitu :

  • Indukan sudah berumur sekitar 5-6bulan
  • Sisik sudah nampak teratur dan berperilaku normal
  • Tubuh tidak di tempeli oleh parasit
  • Tidak ditemukan padanya gejala penyakit klinis
  • Tutup insangnya normal, berlendir dan normal
  • Induk betina biasanya memiliki perut yang agak membesar
  • Urogenitalnya berwarna merah.

2.Untuk proses pematangan gonad, indukan ikan nila dapat di tebar secara terpisah dengan jarak padat tebar 1-2 ekor/meter lalu di beri pakan dengan kandungan protein 20 – 30 %. Setelah 20 -30 hari. Apabila telah lebih dari 75% ikan harusnya sudah matang gonad dan siap untuk proses pemijahan.

3.Bobot indukan ikan jantan ukuran minimumnya 250 gram, sedangkan betina minimum 200 gram. Panjang standar yang dimiliki oleh indukan ikan nila 25 cm untuk jantan, dan 22 untuk indukan ikan betina.

4.Jika kondisi sisik sudah besar dan kasar (ctnoid). Maka Indukan ikan nila tersebut sudah mempunyai pola sisik yang cukup normal.

5.Adapun perbandingan indukan ikan nila antara tinggi dan panjangnya adalah 1:2,1 sampai 1:2,7.

Idealnya pada saat proses memijahkan pada budidaya ikan nila tersebut maka di butuhkan induk betina dan induk jantan dengan perbandingan antara 3:1. Artinya, tiga ekor betina dengan satu ekor ikan nila yang jantan, dengan jarak padat tebar idealnya adalah 3 ekor/meter.

Itulah ulasan tentang cara memilih indukan dan bibit ikan nila yang berkualitas yang semoga bermanfaat.